spot_img

Berita Terpopuler

spot_img

Berita Terbaru

Sekda Tanah Bumbu Tegaskan Keseimbangan Budaya dan Pembangunan Daerah

BATULICIN, RisetPublik.com — Bupati Kabupaten Tanah Andi Rudi Latif diwakili Sekretaris Daerah, Yulian Herawati, menyampaikan sambutan pada prosesi adat puncak kegiatan Mappanre Ritasi’e Tahun 2026 yang digelar di wilayah pesisir Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, prosesi adat Mappanre Ritasi’e merupakan simbol kearifan lokal masyarakat pesisir yang mencerminkan keharmonisan hubungan antara manusia dan laut sebagai sumber kehidupan.

Sekda Tanah Bumbu Tegaskan Keseimbangan Budaya dan Pembangunan Daerah

“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang telah diberikan. Di tengah laut, kita duduk dan makan bersama tanpa sekat, menegaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan sebagai kekuatan masyarakat Tanah Bumbu,” ujar Sekda Yulian Herawati.

Sekda Tanah Bumbu Tegaskan Peran Budaya dalam Pembangunan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya.

Sekda juga menekankan bahwa kemakmuran harus dirasakan secara merata, khususnya bagi nelayan sebagai bagian penting ekonomi pesisir. Selain itu, keberlanjutan lingkungan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan demi menjaga laut bagi generasi mendatang.

Melalui momentum ini, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan laut, menghindari praktik yang merusak, serta memanfaatkan sumber daya secara bijak.

“Pemerintah daerah akan terus hadir melalui pembangunan infrastruktur pesisir, peningkatan akses permodalan, penguatan kelembagaan nelayan, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya seperti kegiatan ini,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Sekda mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha dan doa, antara pemanfaatan dan pelestarian, serta antara tradisi dan kemajuan.

 

Analisis RisetPublik:

Sambutan yang disampaikan dalam prosesi Mappanre Ritasi’e menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai menempatkan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan.

Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tradisi ini dimaknai sebagai sarana memperkuat nilai sosial sekaligus menyampaikan pesan penting terkait keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.

Penekanan pada keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian juga menunjukkan adanya kesadaran bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan budaya dan ekosistem yang terjaga.

Manfaat bagi Masyarakat:

Kegiatan ini memberikan dampak nyata, antara lain:

  • memperkuat nilai kebersamaan dan identitas budaya masyarakat
  • meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian laut
  • mendorong perhatian terhadap kesejahteraan nelayan
  • membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis budaya

Manfaat utama: menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, budaya, dan lingkungan

Kesimpulan:

Sambutan pemerintah daerah dalam prosesi Mappanre Ritasi’e 2026 menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan pembangunan.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, budaya lokal tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bagikan :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita lainnya :