BATULICIN, RisetPublik.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Lembaga Ade’ Ogi menggelar pembukaan Pesona Budaya Mappanre Ritasi’e di Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyampaikan bahwa Mappanre Ritasi’e merupakan bagian penting dari upaya daerah dalam menggerakkan aksi dan inovasi pembangunan.
Kegiatan ini mengusung tema “SDM Tangguh, Ekonomi Tumbuh, BerAKSI Bersama Membangun Tanah Bumbu yang Maju dan Berdaya Saing”.
Menurutnya, tradisi Mappanre Ritasi’e bukan sekadar budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam kehidupan masyarakat.
“Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah, sekaligus simbol kebersamaan, persatuan, dan harmonisasi antara manusia dengan alam,” ujarnya.
Mappanre Ritasi’e Perkuat Ekonomi Pesisir dan Identitas Budaya
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan.
Berbagai agenda menarik dan kompetitif yang melibatkan masyarakat turut menambah daya tarik kegiatan ini sebagai destinasi wisata budaya.
Bupati juga menegaskan bahwa budaya merupakan identitas daerah yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang lebih erat antar masyarakat, sekaligus memperkuat jati diri daerah di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, generasi muda juga didorong untuk terus melestarikan budaya lokal serta berinovasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan kemasan yang lebih menarik dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Mappanre Ritasi’e diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga penggerak ekonomi dan kebanggaan budaya Tanah Bumbu.


