BATULICIN, RisetPublik.com — Wisata mangrove di Kersik Putih kini semakin diminati sebagai destinasi keluarga untuk melepas penat sambil menikmati keindahan alam.
Pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan di atas jembatan kayu yang membentang di atas lautan, dikelilingi rimbunnya pepohonan mangrove yang menyejukkan mata. Suasana alami tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin bersantai jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Di beberapa titik, tersedia pendopo sederhana yang dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat. Sambil bersantai, mereka juga dapat menikmati hidangan ringan seperti mie instan dan minuman pop ice yang dijual oleh masyarakat setempat.

Menjelang sore hari, kawasan ini semakin ramai dikunjungi. Tidak hanya anak muda dan pasangan, keluarga pun turut menikmati suasana laut dan momen matahari terbenam.
Diketahui, kawasan Kersik Putih memiliki dua lokasi wisata mangrove. Pada lokasi wisata mangrove 2, momentum Ramadan lalu dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat berbuka puasa bersama, menambah daya tarik kawasan ini sebagai destinasi wisata yang fleksibel untuk berbagai aktivitas.
Salah satu pengunjung, Aulia, mengungkapkan bahwa wisata mangrove 1 menjadi pilihan tepat untuk relaksasi.
“Tempat ini cocok untuk melepas penat, santai sambil menikmati laut dan sunset,” ujarnya Jumat (17/4/2026).

Dengan keindahan alam yang masih asri serta suasana yang nyaman, wisata mangrove Kersik Putih terus berkembang sebagai destinasi unggulan di Batulicin, khususnya bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.
Analisis RisetPublik:
Meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam seperti mangrove di Kersik Putih menunjukkan adanya pergeseran preferensi wisata, dari hiburan buatan menuju pengalaman berbasis alam.
Selain sebagai tempat rekreasi, kawasan mangrove memiliki nilai ekologis yang penting, seperti menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi. Namun dalam konteks lokal, fungsi tersebut kini berkembang menjadi potensi ekonomi berbasis wisata.
Kehadiran fasilitas sederhana dan keterlibatan masyarakat dalam menyediakan makanan dan minuman menunjukkan bahwa pengelolaan wisata ini mulai mengarah pada model ekonomi partisipatif.
Manfaat bagi Masyarakat:
Pengembangan wisata mangrove ini memberikan beberapa manfaat nyata:
- membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar melalui penjualan makanan dan jasa
- menyediakan ruang rekreasi yang terjangkau bagi keluarga
- meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan
- mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal
Manfaat utama: keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat
Kesimpulan:
Wisata mangrove di Kersik Putih tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi dan edukasi lingkungan.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan ini dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan tanpa mengorbankan kelestarian alamnya.


