BATULICIN, RisetPublik.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui prosesi adat Mappanre Ritasi’e yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin. Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa tradisi Mappanre Ritasi’e merupakan warisan leluhur masyarakat Bugis yang memiliki nilai luhur, seperti ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebersamaan antarwarga, serta penghormatan terhadap alam, khususnya laut.

Pemprov Kalimantan Selatan juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Bugis di Tanah Bumbu yang dinilai konsisten menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Kegiatan ini turut mencerminkan keharmonisan antar suku di Kalimantan Selatan, termasuk masyarakat Banjar dan berbagai komunitas lain yang hidup berdampingan secara damai.
Pemprov Kalsel Dorong Kepedulian Lingkungan Pesisir
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan masyarakat, khususnya para nelayan. Melalui momentum prosesi adat ini, masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan pesisir, menghindari praktik penangkapan ikan yang merusak, serta mendukung pelestarian ekosistem laut.
Selain itu, pemerintah menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dedikasi tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan rasa syukur, serta memperteguh komitmen dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan untuk generasi mendatang.
Analisis RisetPublik:
Pelestarian tradisi seperti Mappanre Ritasi’e menunjukkan bahwa budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai media edukasi sosial dan lingkungan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini, seperti rasa syukur dan penghormatan terhadap alam, relevan dengan isu modern, khususnya terkait pelestarian lingkungan pesisir dan laut. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi pendekatan efektif dalam membangun kesadaran masyarakat.
Selain itu, keterlibatan pemerintah dalam mendukung kegiatan budaya menandakan adanya sinergi antara pelestarian tradisi dan kebijakan pembangunan daerah.
Manfaat bagi Masyarakat:
Kegiatan ini memberikan sejumlah manfaat, antara lain:
- memperkuat pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah
- meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan laut
- mempererat hubungan sosial antar komunitas dan suku
- mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya
Manfaat utama: menggabungkan nilai budaya dan kepedulian lingkungan dalam kehidupan masyarakat
Kesimpulan:
Dukungan Pemprov Kalimantan Selatan terhadap tradisi Mappanre Ritasi’e menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.
Dengan pelestarian yang konsisten, tradisi ini tidak hanya akan tetap hidup, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang.




