spot_img

Berita Terpopuler

spot_img

Berita Terkait

Warga Tanah Bumbu Gemar Ikan Asin, Ini Risiko Hipertensi hingga Kanker jika Berlebihan

TANAH BUMBU, RisetPublik.com – Ikan asin menjadi salah satu lauk yang akrab di meja makan masyarakat pesisir, termasuk di Kabupaten Tanah Bumbu yang memiliki garis pantai panjang serta dikenal sebagai daerah penghasil berbagai produk olahan hasil laut.

Di balik cita rasanya yang gurih dan daya simpannya yang lama, konsumsi ikan asin secara berlebihan ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga kanker nasofaring akibat tingginya kandungan garam dan senyawa yang terbentuk selama proses pengawetan.

Berdasarkan edukasi kesehatan yang dipublikasikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), proses pengasinan menggunakan garam dalam jumlah tinggi menyebabkan kadar natrium pada ikan asin meningkat. Jika dikonsumsi terlalu sering, natrium dapat memicu penumpukan cairan dalam tubuh sehingga tekanan darah ikut meningkat.

Selain hipertensi, konsumsi ikan asin dalam jumlah besar dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker nasofaring. Risiko tersebut diduga berasal dari senyawa nitrosamin yang dapat terbentuk selama proses pengawetan dan bersifat karsinogenik.

Masyarakat juga diimbau lebih selektif saat membeli ikan asin. Hindari produk yang memiliki warna terlalu cerah, tidak berbau khas ikan, bertekstur sangat keras namun bagian dalam masih basah, atau tidak dihinggapi lalat karena dapat mengindikasikan penggunaan bahan berbahaya seperti formalin.

Apabila mengalami gejala seperti mimisan berulang, muncul benjolan di leher, gangguan pendengaran, sakit kepala berkepanjangan, atau kesulitan bernapas, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Meski demikian, ikan asin tidak perlu dihindari sepenuhnya. Konsumsi tetap diperbolehkan selama tidak berlebihan dan diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang. Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi protein segar seperti ikan segar, telur, dan daging, serta memilih ikan asin dari produsen yang terpercaya.

Bagi masyarakat Tanah Bumbu yang hidup di kawasan pesisir dan memiliki akses melimpah terhadap hasil laut, menjaga pola konsumsi menjadi langkah penting agar manfaat sumber daya perikanan tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan. Dengan membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan menerapkan pola makan seimbang, risiko penyakit tidak menular dapat ditekan sekaligus mendukung kualitas hidup keluarga yang lebih sehat.

Bagikan :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita lainnya :