TANAH BUMBU, RisetPublik.com — Cerita rakyat Tanah Bumbu mulai dikemas dalam format digital melalui tiga film animasi yang diluncurkan secara soft launching oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (22/9/2026).
Tiga karya tersebut mengangkat cerita lokal berjudul Legenda Gua Liang Bangkai, Sumur Air Tawar di Kubah Pagatan, dan Legenda Pulau Sewangi. Film Legenda Gua Liang Bangkai menjadi karya yang ditayangkan dalam sesi nonton bersama di Studio Mini Dispersip Tanah Bumbu.

Pengembangan cerita rakyat ke dalam bentuk animasi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan cerita lokal dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan perkembangan media dan minat generasi muda.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dispersip Tanah Bumbu dengan Komunitas Pegiat Gambar (Kopiambar) Bacarita dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Kolaborasi ini mempertemukan unsur pemerintahan dan komunitas dalam mengembangkan konten literasi berbasis kearifan lokal.
Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, mengatakan proses tersebut dapat terlaksana melalui kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak menghalangi upaya untuk menghasilkan karya yang dapat memperkenalkan budaya dan potensi daerah.

Yulia juga menilai perpustakaan memiliki peran yang dapat berkembang lebih luas. Selain menyediakan bahan bacaan, perpustakaan dapat menjadi ruang bertemunya komunitas untuk menciptakan karya dan mengembangkan kreativitas masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kopiambar Bacarita, Muzakkir Munzir, menjelaskan ketiga film tersebut bersumber dari buku Cerita Rakyat Bumi Bersujud. Materi dalam buku kemudian dikembangkan menjadi naskah dan divisualisasikan dalam bentuk animasi.

Dalam produksinya, tim memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Bastari Bayu berperan menerjemahkan isi buku menjadi naskah film, sementara Lanna Ahmad bertugas sebagai AI animator director. Produksi film dilakukan oleh Bias Studio.
Menurut Muzakkir, pemanfaatan animasi diharapkan membuat cerita lokal lebih mudah diterima anak-anak. Selain menghibur, konten tersebut membawa muatan lokal dan pesan budaya yang dapat dikenalkan sejak usia dini.
Kopiambar Bacarita bersama Dispersip juga telah menghasilkan sejumlah buku yang mengangkat tema kuliner, wisata, tradisi, dan cerita lokal.
Tiga buku cerita anak lokal turut disiapkan untuk memperluas bahan literasi bagi masyarakat.

Ketiga film animasi tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui platform digital seperti YouTube. Dengan demikian, cerita rakyat Tanah Bumbu tidak hanya tersimpan dalam bentuk buku, tetapi juga dapat dinikmati dan dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran oleh masyarakat dan generasi muda.




