TANAH BUMBU, RisetPublik.com – Fase grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir. Sejumlah tim peserta dipastikan gagal melanjutkan perjalanan ke babak 32 besar setelah tidak mampu meraih hasil yang dibutuhkan pada pertandingan fase grup.
Hingga Kamis (25/6/2026), tercatat tujuh negara telah resmi tersingkir dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Dua tim terbaru yang dipastikan angkat koper adalah Qatar dan Republik Ceko.
Sebelumnya, Haiti, Turkiye, Tunisia, Yordania, dan Panama lebih dahulu kehilangan peluang untuk lolos ke fase gugur.
Meski Piala Dunia 2026 menggunakan format baru yang melibatkan 48 negara peserta dan memberikan kesempatan lebih besar untuk lolos, termasuk bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik, ketujuh negara tersebut dipastikan tidak lagi memiliki peluang secara matematis.
Haiti menjadi tim pertama yang tersingkir setelah menelan kekalahan beruntun di Grup C. Wakil Karibia itu kalah 0-1 dari Skotlandia pada laga pembuka dan kembali takluk 0-3 dari Brasil pada pertandingan kedua.
Pada laga terakhir fase grup, Haiti kembali gagal meraih poin setelah kalah 2-4 dari Maroko, sehingga menutup turnamen tanpa kemenangan.
Turkiye menyusul sebagai tim kedua yang tersingkir dari Grup D. Tim asuhan Vincenzo Montella mengalami dua kekalahan beruntun saat menghadapi Australia dan Paraguay.
Meski mampu mendominasi statistik pertandingan dan menciptakan banyak peluang, Turkiye gagal memaksimalkan kesempatan yang dimiliki untuk mengubah hasil pertandingan.
Sementara itu, Tunisia, Yordania, dan Panama juga dipastikan tidak mampu mengejar perolehan poin para pesaingnya di grup masing-masing.
Nasib serupa dialami tuan rumah Qatar yang harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat setelah mengalami hasil buruk di fase grup. Qatar menjadi wakil Asia pertama yang dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026.
Republik Ceko kemudian menjadi tim ketujuh yang resmi tersingkir setelah hasil pertandingan terakhir di Grup A membuat mereka tidak mampu menembus posisi yang dibutuhkan untuk lolos.
Dengan berakhirnya perjalanan tujuh tim tersebut, persaingan menuju babak 32 besar semakin ketat. Sejumlah negara masih berjuang memperebutkan tiket otomatis sebagai juara dan runner-up grup, serta kesempatan lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Format baru Piala Dunia 2026 yang memperluas jumlah peserta memang membuka peluang lebih besar bagi banyak negara untuk bersaing. Namun demikian, ketatnya persaingan tetap membuat sejumlah tim harus mengakhiri perjuangan mereka lebih awal sebelum fase gugur dimulai.
Sumber : kompas.com




