TANAH BUMBU, RisetPublik.com — Sebulan setelah diresmikan, Instalasi Dialisis RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Hingga kini, sebanyak 42 pasien aktif menjalani layanan hemodialisis (cuci darah) secara rutin di fasilitas yang diresmikan Bupati Tanah Bumbu pada 1 Juni 2026 tersebut.
Plt. Direktur RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, dr. Emma Heriyantie mengatakan, setiap hari rata-rata delapan hingga sembilan pasien menjalani terapi cuci darah. Mayoritas merupakan peserta BPJS Kesehatan, namun layanan juga terbuka bagi pasien umum.

“Respon masyarakat sangat luar biasa. Sebelumnya layanan dialisis sudah ada sejak 2019 dengan tujuh mesin. Kini kami memiliki instalasi baru yang mampu menampung hingga 20 mesin dialisis sehingga kapasitas pelayanan menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, rumah sakit masih menunggu proses administrasi lanjutan bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk menambah jumlah pasien yang selama ini masih masuk daftar tunggu. Seluruh pelayanan didukung tenaga kesehatan yang telah terlatih dan tersertifikasi.
Dokter Pelaksana Dialisis RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, dr. Andi Haryono, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal dengan mengendalikan hipertensi dan diabetes melitus yang menjadi penyebab utama gagal ginjal. Ia juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam dan minuman manis, mencukupi kebutuhan air putih, berolahraga secara rutin, serta tidak mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter.

Salah seorang pasien, Ellen Ubeksa, warga Sebamban 1, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan dialisis di Tanah Bumbu. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, ia harus menjalani cuci darah di Rumah Sakit Umum Nirwana Banjarbaru.
“Dengan adanya tempat yang baru ini jaraknya jauh lebih dekat. Pelayanannya juga sangat baik, tenaga medisnya ramah dan cekatan,” katanya.
Ellen berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada pasien yang masih harus menjalani cuci darah di luar daerah karena membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit.
“Gagal ginjal bukan berarti gagal hidup. Tetap semangat dan segera berobat,” tuturnya.




