TANAH BUMBU, RisetPublik.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Rapat Koordinasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Skala Desa/Kelurahan bertajuk Implementasi Gerakan Pilah Sampah dari Sumbernya dan Gerakan Indonesia Asri Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (30/6/2026), di Pendopo Kantor Bupati.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari klaster kedua yang meliputi Kecamatan Simpang Empat, Batulicin, Kusan Tengah, dan Kusan Hilir. Rakor dan pelatihan digelar sebagai upaya memperkuat penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu, Ir. Muhammad Risdianadi, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Plt Sekretaris DLH, Indah Maya Suryanti, mengatakan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak lagi diukur dari banyaknya sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dari kemampuan masyarakat melakukan pemilahan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga.
“Pilah sampah dari sumber menjadi langkah utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Risdianadi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah memperkuat komitmen melalui berbagai kebijakan, mulai dari peraturan bupati, surat edaran, instruksi kepala daerah hingga deklarasi Gerakan Aksi Pilah Sampah yang dilaksanakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 6 Juni 2026.
Ia mengajak seluruh camat, kepala desa, lurah, unsur TNI-Polri, RT/RW, PKK, dunia usaha, sekolah, puskesmas, pengelola TPS3R, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta masyarakat untuk bersama-sama mengurangi timbulan sampah sehingga hanya sampah residu yang dibawa ke TPA.
Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi pelatihan teknis mengenai pemilahan, pengelolaan, hingga pelaporan aksi pengelolaan sampah yang dipandu akademisi dan Bank Sampah Induk.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi dapat menjadi sumber daya yang bernilai apabila dikelola dengan baik.
Sementara itu, narasumber Dr. Eng. Akbar Rahman, S.T., M.T., menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara masyarakat dan DLH dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih baik.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus berbasis data dan fakta sehingga capaian kinerja dapat diukur secara objektif, terlebih standar penilaian Adipura kini semakin meningkat.
Ia menambahkan, arah pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu dalam RPJMD 2026–2029 juga menempatkan pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber sebagai salah satu program strategis menuju pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam membudayakan gerakan pilah sampah secara konsisten sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan.




